Rabu, 06 November 2019

Review Film Top Secret: The Billionaire



Film Top Secret: The Billionaire (Wai Roon Pan Lan)  ialah salah satu film Thailand yang sangat memotivasi. Cerita dalam film ini benar-benar diambil dari kisah nyata seorang pengusaha muda yang bernama Top Ittipat Kulapongvanich. Film ini sendiri bahkan pernah masuk dalam Thailand National Film Asociation Award dalam 3 kategori sekaligus, hal ini tentu saja membuat film ini sangat layak untuk disimak.

Kerja keras tak akan pernah mengkhianati hasil, hal itulah yang sudah dibuktikan oleh Top Ittipat, seorang Milyuner muda yang mempunyai semangat pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan hingga akhirnya sukses dalam mengembangkan usahanya.

Kisah berawal saat Top bermain Game Online pada saat pelajaran komputer di sekolahnya di situlah dia memulai memasuki dunia bisnisnya tanpa dia sadari. Mendapat tawaran dari pengguna game untuk menjual salah satu perlengkapan yang dimiliki oleh Herculiz (tokoh yang dimainkan TOP dalam game tersebut). Top yang awalnya ragu untuk menanggapinya akhirnya berani untuk memberi tanggapan. 500 SGD adalah uang pertama yang didapat Top dari menjual “sepatunya”. Setelah mengetahui bahwa uang yang didapatnya benar-benar kenyataan Top terlihat sangat bahagia ketika mengingat bahwa dia masih memiliki 8 sepatu, 40 pedang, 43 perisai dan 17 baju perisai. Paman Top dan kedua orang tuanya berpikir kalau ini adalah sebuah kegilaan Top pada awalnya. Tapi setelah melihat hasil yang didapat Top mereka khawatir atas perilaku Top yang semakin menggilai Game yang mungkin juga dapat “membahayakanya”.

Top dapat membeli sebuah mobil dan beberapa komputer untuk terus mengembangkan bisnisnya. Kegilaanya pada game membuatnya mendapat sebuah peluang bisnis ketika berada di sebuah toko elektronik dan juga dikarenakan kalau akunnya sudah ditutup di Game online karena Top menyalahgunakanya untuk kepentingan komersial. Top memulai bisnis keduanya yaitu DVD Player, awalnya 50 unit DVD Player yang dibeli Top. Tetapi ketika memulai memasarkan produknya pada keluarganya Top sangat terkejut bahwa barang yang dibelinya adalah bajakan. Hampir putus asa Top memulai kehidupannya untuk kuliah di universitas swasta dengan menggadaikan jimat ayahnya. Top menolak uang yang diberikan ayahnya sebelumnya. Top pergi kesebuah Food Expo dan menemukan sebuah ide untuk bisnis baru yaitu berjualan Kacang. Dengan modal (Penyangrai  kacang otomatis pertama di Thailan) dan dia adalah Pemilik mesin Pembuat kacang otomatis pertama di Thailan membuat TOP sangat bersemangat. Top memulai untuk membuat produk Kacang dengan belajar dari pedagang-pedagang lain di pasar.

Pada akhirnya Top dapat membuat produk kacang yang enaknya sama dengan pedagang-pedagang sebelumnya. Top memulai berdagang Kacang dengan menyewa sebuah tempat di Food Park sebuah Mall, tetapi di hari-hari pertamanya perjualanan Kacang dagangan Top tidak laku. Mendapat sebuah ilmu di pasar tentang pentingnya sebuah Lokasi yang strategis dalam berbisnis. Top memindahkan stannya ke pintu utama masuk Mall tersebut. Dagangan Top akhirnya laku terjual bahkan Top rela meninggalkan ujiannya hanya untuk menyuplai Kacangnya ke Mall karena persediaan telah habis. Kendala yang dihadapi Top setelah mendapat komplen dari Mall bahwa stannya membuat atap Mall kotor. Tanpa diberi kesempatan akhirnya Top harus berhenti berjualan. Top mulai putus asa karena ternyata orang tuanya akan pindah ke China karena terlilit hutang 40 juta baht.

Dengan membuat keputusan besar Top tetap tinggal di Thailand bersama pamannya. Tetapi banyak rintangan yang dihadapi Top, rumah yang disita oleh Bank adalah rintangan awal yang harus dihadapi Top. Kemudian berbaikan dengan kekasihnya, kekasihnya membawa makanan ringan yaitu camilan rumput laut. Top tidak menyangka bahwa dari sanalah Top mendapatkan sebuah jalan untuk bisa sukses menjadi seorang pengusaha. Rumput laut dari provinsi Rayong membuat semangatnya timbul kembali. Top dapat membaca sebuah peluang bisnis disini. Top mulai mencoba membuat produk rumput laut goreng. Tetapi setelah menghabiskan bahan baku yang dibelinya tidak ada satupun produk yang enak. Top juga menghadapi cobaan ketika pamannya mendapatkan sebuah kecelakaan kerja. Dengan sabar Top mencoba membuat produk lagi. Nyaris putus asa Top menemukan sebungkus rumput laut kering terakhir di lantai.

Dengan harapan besar Top mencoba menggorengnya dan ternyata senyuman mulai menghiasi wajah Top. Top mulai berjualan lagi di pintu utama Mall. Usahanya berhasil, dia yakin dapat memenuhi targetnya yaitu 1 juta baht / tahun. Tetapi Top sempat pesimis setelah tahu bahwa hutang ayahnya 40 juta baht. Top harus memperbesar bisnisnya, 7-Eleven adalah pilihannya untuk membantu memasarkan produknya. Tetapi usianya 19 dia tidak mendapatkan pinjaman uang untuk memperbesar bisnisnya. Akhirnya Top menjual mobilnya untuk modal membuat sebuah pabrik setelah mendapat persetujuan dari 7-Eleven dengan perjuangan yang keras. Setelah 2 tahun bekerja sama dengan 7-Eleven Top dapat melunasi hutang orang tuanya yang sebesar 40 juta baht tersebut dan berhasil meminta kedua orang tuanya untuk kembali ke Thailand. Saat ini Top memiliki kurang lebih 2500 karyawan, mengirim produknya ke lebih dari 6000 cabang 7-Eleven, mengekspor cemilan rumput lautnya ke 27 negara di dunia, hingga Top telah memiliki perkebunan rumput laut di Korea Selatan. Pendapatan Top pada tahun 2010 mencapai 1.500 juta bath (Rp 450 milyar) di usianya yang baru 26 tahun.


Motivasi yang dapat diambil dari film ini ialah:

1           1.      Berani Memulai
Tanpa ragu Top berani memulai bisnis. Walaupun setelah bisnis game online dan DVD nya gagal, Top tidak takut memulai lagi untuk berbisnis kacang goreng.

2.   Berani Mengambil Resiko
Top selalu tak ragu dalam berinvestasi, yang digambarkan dalam sebuah scene Top menjual 6 komputernya untuk membeli rumput laut mentah yang akan digunakan untuk menemukan cara agar rumput laut tersebut enak. Dalam scene lain, Top menjual mobilnya sebagai modal untuk membangun pabrik, berani mengambil resiko walaupun berkemungkinan akan gagal dalam pengembangan produknya melalui 7-eleven.

3.   Jujur dan Bertanggung Jawab
Unsur jujur dan bertanggung jawab, digambarkan ketika Top menolak untuk menyuap pihak GMP yang menginspeksi kelayakan pabrik Tao Kae Noi.

4.   Membaca Peluang
Top mampu melihat peluang pasar untuk memproduksi olahan rumput laut, dimana dilingkungannya sulit mendapatkan rumput laut kemasan.


5.   Berfikir Cerdas                     
Seperti penggalan scene film Top Secret: The Billionaire diatas, “Memulai bisnis haruslah setahap demi setahap, membutuhkan kerja keras dan kecerdasan yang tinggi.” Seorang wirausaha haruslah mempunyai kecerdasan, cerdas membaca peluang dan cerdas dalam mengelola bisnisnya.

6.   Bekerja Keras
Ketika remaja seusianya menikmati hidup dengan bermainmain, Top sudah bekerja keras untuk impiannya menjadi wirausaha sukses. Dibantu oleh pamannya Top memulai bisnis kacangnya sendiri, memilah kacang yang baik sendiri, mengangkat karung kacang sendiri dan menggorengnya sendiri.
             
7.   Pantang Menyerah dan Putus Asa
Beberapa scene menunjukkan Top adalah sosok yang pantang menyerah dan tidak mudah putus  asa. Walaupun gagal menghabiskan berkardus-kardus rumput laut mentah, Top tetap mencoba hingga menemukan cara mengolah rumput laut yang benar. Dan tak putus asa menunggu Nn. Pu, direktur 7-eleven berjam-jam untuk mendaftarkan produknya ke manajemen 7-eleven.






“Jangan Patah Semangat Dengan Apapun Yang Terjadi, Jika Kita Menyerah Maka Habislah Sudah”
--Top Ittipat Kulapongvanich--